Oleh: Wiyanto
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
Dahlan Iskan menyatakan bila elpiji 12 kg tidak jadi naik, dividen ke
pemerintah akan berkurang.
Menurut Dahlan, kerugian
Pertamina akibat penjualan gas elpiji 12 tersebut yang menyebabkan
margin ke seluruhan Pertamina tidak maksimal.
"Kita pernah
tawarkan ke pemerintah elpiji 12 kg tidak naik dengan mengurangi
dividen, tapi pemerintah gak mau," ujar Dahlan saat di BPK, Senin
(6/1/2014).
Dahlan menuturkan opsi yang pernah disampaikan
Pertamina ke pemerintah selain pengurangan deviden yang ternyata
tertolak, yaitu pengalihan deviden ke infrastruktur. Lagi-lagi opsi
tersebut ditolak pemerintah.
"Pertamina sebelum menaikan
memberikan opsi pengurangan deviden dan pengalihan dividen ke
infrastruktur, tapi ditolak," jelas Dahlan.
Sementara itu Menteri
Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan tidak ingin mendengar
lagi persoalan mengetahui atau belum mengetahui kenaikan harga gas
elpji. "Sudahlah itu saya gak mau ngomong begini dan begitu," jelasnya.
Termasuk
Jero Wacik, baru mengetahui kenaikan tersebut pada 2/1/2014. Meskipun
tertanggal surat pemberitahuan kenaikan gas elpiji 12 kg pada
31/12/2013. "Saya nggak tahu, memang saya nggak tahu, diputuskan
kenaikan harga gas elpiji 30 Desember 2013. Saya terima tanggal 2
Januari 2014," katanya. [hid]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar