BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 24 Juli 2015

Kisah Calo "Perceraian" Berpenampilan Seram Tapi Banyak Menyelamatkan Rumah Tangga Orang

Jpnn
Bagi seorang calo alias makelar, hal yang paling penting adalah uang, uang dan uang. Tapi, calo di area Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya ini bisa dikatakan unik. Orangnya bernampilan bak preman seram, tetapi baik hati. Sebut saja namanya Donwori, 40.
Penampilan Donwori jauh dari kata rapi, bahkan cenderung amburadul alias semrawut. Badannya tinggi besar. Di lengan kanan dan kirinya berjajar sejumlah tato. Rambutnya juga gondrong. Tak hanya itu, dia juga memakai anting-anting.
Tapi, siapa sangka, di balik penampilan sangar Donwori ini, dia merupakan pria yang baik, penolong, dan ramah. Terbukti, selama ini, dia telah banyak menyelematkan biduk rumah tangga orang lain yang terancam perceraian. 
Banyak suami-istri yang datang ke PA untuk berpisah. Setelah bertemu Donwori, para pasangan itu mengurungkan niat mereka untuk pisah.
Kalau era sekarang, dia bisa disebut pahlawan. Ya, makelar cinta yang sekaligus superhero. “Saya kasihan kalau lihat suami- istri mau cerai. Kasihan anak- anak mereka,” tutur Donwori kepada Radar Surabaya.
Pria yang tinggal di Ketintang ini mengaku, dari semua pasangan yang pernah dibantu, lebih dari separonya gagal bercerai. Donwori tak segan untuk mengembalikan uang. 
Sebab, dia tidak tega untuk menarik bayaran tinggi. Biasanya Donwori membantu untuk menguruskan pendaftaran di PA, lalu dia diberi uang oleh kliennya.
Donwori juga sering membantu kliennya untuk mencarikan pengacara. Nah, biasanya Donwori mendapatkan bagian atau uang dari si pengacara. 
“Namun, saya sering rugi. Ada klien yang penampilannya maco dan gaul, tapi ternyata tidak punya uang. Malah saya yang sering mengeluarkan uang untuk mbayari mereka makan dan minum di warung,” jelas Donwori.
Menurut dia, beberapa klien di antaranya bahkan tidak punya tempat tinggal. Sebab, mereka diusir oleh pasangan- nya. Akhirnya, Donwori yang ketiban sampur menyediakan tempat tinggal.
Pada Lebaran ini, Donwori masih terlihat di PA. Para mantan pengunjung PA yang gagal bercerai banyak yang mendatanginya. Beberapa dari mereka mengaku bahwa Donwori adalah pria baik hati dan suka menolong.
“Dulu waktu hamil, saya ditelantarkan suami. Saya sampai nekat menggugat cerai. Saya dibantu Donwori dan dikoskan di daerah Wono- kromo. Alhamdulillah suami sadar,” papar mantan pengunjung PA, sebut saja Mira, 37.
Lain halnya dengan wanita lainnya asal Kedung Baruk, Disa, 32. Dia sempat akan menggugat cerai suaminya. Sebab, mertuanya sering kali campur tangan dalam kehidupan rumah tangganya. 
“Saya stres waktu itu. Saya diajak keliling Surabaya. Saya akhirnya minta suami untuk keluar dari rumah mertua dan sekarang hidup saya bahagia,” jelasnya. (*/mas/jee)

Tidak ada komentar: