BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 30 Mei 2014

Mungkinkah Elektabilitas Prabowo-Hatta Salip Jokowi-JK?

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Jakarta - Empat puluh hari menjelang Pilpres 2014, perbandingan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla mulai terlihat. Bila survei internal PKS menyebut Prabowo-Hatta tempel ketat Jokowi-JK, LSI pimpinan Denny JA justru mengatakan bahwa Jokowi-JK masih unggul. Apakah mungkin Joko Widodo yang sudah sejak lama merajai survei capres disalip oleh lawannya, Prabowo Subianto?

Kedua kubu memang makin gencar menggalang dukungan meski masa kampanye belum dimulai. Prabowo-Hatta mendeklarasikan tim pemenangan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Rumah Polonia yang dijadikan rumah pemenangan terus dibanjiri deklarasi dukungan dari berbagai elemen masyarakat. 

Jokowi-JK pun tidak ketinggalan. Dalam satu hari, Jokowi menemui pendukungnya mulai dari Cirebon, Bandung, Sidoarjo, hingga Bali. JK pun yakin menang besar di Sulawesi Selatan yang merupakan asal daerahnya. Meski begitu, aksi galang dukungan juga diwarnai dengan black campaign yang ditujukan pada kedua calon. 

Hal tersebut membuat survei elektabilitas makin dinamis. Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal mengatakan bahwa menurut survei Puskaptis, elektabilitas Jokowi-JK hanya terpaut 3,44% dari Prabowo-Hatta. Survei per 25 Mei 2014 tersebut hanya diperuntukkan bagi kalangan internal dan tidak dipublikasikan secara luas.

"Jokowi-JK 43,72 %, Prabowo-Hatta 40,28 %, swing voters 16,00 %," papar Refrizal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/5/2014).

Sementara itu, survei yang diselenggarakan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menyebutkan bahwa jika Pilpres digelar hari ini maka pasangan Jokowi-JK mengantongi 35,42% suara. Unggul lebih dari 10% suara di atas Prabowo-Hatta yang hanya meraih 22,75% suara. 

"Sangat mungkin kalau kita lihat saat ini dari kedua pasang masih belum ada yang unggul secara signifikan, masih terdapat selisih tipis 12 hingga 13 persen dari kedua calon, sehingga masih sangat mungkin kalau di menit terakhir Prabowo masih bisa menyalip Jokowi," kata peneliti LSI Ade Mulyana di Kantor LSI di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Menurut Ade, jumlah swing voters yang signifikan masih bisa diambil oleh calon mana pun. Para pendukung masing-masing calon pun kemungkinan bisa mengubah arah dukungannya.

"Kita masih lihat swing voter 40 persen yang masih bisa diperebutkan. Selain itu, ada kemungkinan pendukung Jokowi di menit terakhir berpaling ke Prabowo begitu juga sebaliknya. Sekarang ini kecenderungan tren untuk Prabowo sedang naik, sementar Jokowi justru menurun tetapi nanti kita akan update kembali survei elektabilas di bulan Juli menjelang Pilpres," paparnya. 

Survei ini dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan metode sampling multistage random sampling dengan jumlah responden 2.400 orang. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan responden dengan metode kuisioner. Margin of error survei ini sekitar 2%.

Berikut hasil lengkap survei LSI soal elektabilitas Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta:

Jika Pilpres digelar saat ini siapa capres yang dipilih?

Jokowi-JK: 35,42%
Prabowo-Hatta = 22,75%

Keterpilihan Jokowi vs Prabowo di kalangan petani dan nelayan:

Jokowi-JK: 36,89%
Prabowo-Hatta: 18,62%
Tidak tahu: 44,49%

Keterpilihan Jokowi vs Prabowo di kalangan buruh:

Jokowi-JK: 35,77%
Prabowo-Hatta: 23,52%
Tidak tahu: 40,71%

Keterpilihan Jokowi vs Prabowo di kalangan ibu rumah tangga:

Jokowi-JK: 40,04%
Prabowo-Hatta: 21,42%
Tidak tahu: 38,54%

Lalu, mampukah Prabowo mendongkrak elektabilitas dalam sisa 40 hari terakhir sehingga bisa menekuk Jokowi yang merajai tangga survei capres dua tahun terakhir?

Tidak ada komentar: