BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Senin, 26 Mei 2014

Lebih Cinta Indonesia Prabowo Tolak Tawaran Jadi Warga Yordania

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Edhy Prabowo, menampik beredarnya informasi yang mengatakan bakal calon presiden Prabowo Subianto memiliki status kewarganegaraan ganda. Ia menilai isu ini masuk kategori kampanye hitam.

"Kami menilai hal itu sebagai upaya kampanye hitam dan propaganda jahat dari pihk-pihak yang tidak bertanggungjawab," kata Edhy di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin (26/5/2014).

Edhy tak menampik, Prabowo memang pernah ditawari kewarganegaraan Yordania, namun ditampiknya. Prabowo pun pada akhirnya hanya memilih satu kewarganegaraan saja yakni Indonesia. 

"Pak Prabowo tidak pernah punya dua kewarganegaraan. Beliau memang pernah ditawarkan (kewarganegaraan Yordania) tapi tidak pernah meminta. Itu pun ditolaknya," tuturnya.

Edhy menjelaskan, Prabowo sangat cinta terhadap Indonesia. Mantan Danjen Kopassus tahu tak bisa memiliki kewarganegaraan ganda bagi WNI. Dirinya menyayangkan isu kewarganegaraan ganda muncul saat Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden.

"Pada saat beliau menjadi Cawapres 2009 lalu isu tersebut tidak ada. Saya tahu betul pak Prabowo tidak punya punya dua warga negara, karena saya dua tahun temani beliau di Yordania," ujarnya.

Direktur Komunikasi dan Media Timkamnas Prabowo-Hatta Budi Purnomo Karjodihardjo di tempat yang sama mengatakan, Prabowo bukan hanya menolak ditawari kewarganegaraan, tapi Prabowo juga menolak ditawari untuk tinggal menetap di sana  meskipun mendapatkan kehormatan dan perlakuan yang sangat baik.

"Beliau sangat cinta tanah air dan rela berkorban nyawa sekalipun untuk Republik Indonesia," tandasnya.

Tidak ada komentar: