BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 29 Mei 2014

PAL Serahkan Kapal Cepat Rudal Pertama

 Jpnn
SURABAYA - Untuk mengurangi ketergantungan dari negara lain, sektor pertahanan dalam negeri melakukan kerjasama intensif dengan industri lokal dalam pemenuhan alat utama sistem senjata (alutsista). Salah satunya pengadaan kapal cepat rudal yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia (persero).
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan sektor pertahanan berkomitmen untuk menggunakan produksi dalam negeri. Menurutnya, itu sejalan dengan target untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain.
"Salah satunya pembangunan kapal cepat rudal yang dilakukan oleh PT PAL yang merupakan badan usaha milik negara. Saya berharap ini dapat jadi kebanggaan TNI AL," katanya saat serah terima KRI Sampari-628 yang merupakan KCR pertama dan peluncuran KCR kedua di PT PAL kemarin (28/5).
Dijelaskan, pengadaan kapal cepat rudal terbagi dalam tiga renstra hingga 2024 dengan nilai Rp 375 miliar. Total pengadaan sebanyak 16 KCR ukuran 40 meter dan 16 KCR ukuran 60 meter. Kapal tersebut didukung dengan persenjataan berupa meriam dan peluncur rudal.
"Rudal yang dipakai ini memiliki jarak tembak 140 kilometer. Memang, sekarang ini rudal masih impor dari Tiongkok. Tapi kita ada rencana transfer teknologi secara bertahap," tandas Purnomo.
Dijadwalkan, penyerahan kapal cepat rudal kedua dilakukan pada juli 2014, sekaligus peluncuran kapal ketiga. Sedangkan ditargetkan sebelum Oktober 2014, kapal cepat rudal ketiga sudah selesai dan diserahterimakan pada TNI AL.
Dirut PT PAL Firmansyah Arifin mengatakan KRI Sampari-628 itu sudah melalui proses pengujian dari para ahli dan teknisi. Itu sebagai persyaratan serah terima dan hasil uji masing-masing telah memenuhi standar yang ditetapkan. "Pada tahap akhir, yakni Commodore Inspection 27 Mei lalu, menyatakan seluruh fungsi asasi kapal bekerja dengan baik," katanya.
Selain kapal cepat rudal, indonesia juga membutuhkan kapal selam. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan kebutuhan kapal selam minimum sebanyak 12 unit. Saat ini, sedang dibangun dua kapal selam di Korea dan satu di PT PAL. "Harapannya setelah

Tidak ada komentar: