BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Senin, 30 Juni 2014

Hasil Survei IRC Ditanggapi Datar Tim Jokowi-JK

Resty Armenia - detikNews

Jakarta - Mantan Politisi Golkar Poempida Hidayatulloh, sekaligus anggota tim sukses Jokowi-JK, menanggapi secara datar hasil survei Indonesia Research Centre (IRC) terhadap elektabilitas kedua capres yang menunjukkan Prabowo Subianto unggul tipis dari Joko Widodo.

Dalam rilis hasil survei ‘Debat Capres: Mampukah Membalikkan Elektabilitas?’ yang diterbitkan IRC, elektabilitas capres Prabowo mengantongi 47,5 persen mengungguli Jokowi yang mengantongi 43 persen. Sedangkan swing voters terdapat 9,5 persen.

Menurut Poempida, hasil survei IRC ini merupakan bagian dari berbagai macam survei. “Isinya sebenarnya sih biasa saja,” jawabnya datar.

Pria kelahiran Sukabumi ini menyebutkan bahwa timnya akan menganalisa hasil survei pada bagian metodologi, tipe pertanyaan yang dimunculkan, dan basis-basis mengapa terjadi pergeseran-pergeseran referensi pemilih. “Berbeda metodologi akan berbeda hasil survei, konten pertanyaan juga bisa membuat jawaban berbeda,” kata Peompida.

Politikus berusia 42 tahun ini juga mengaku bahwa ia dan timnya tidak hanya berpegangan pada satu atau dua survei saja dalam mendesain strategi pemenangan. “Bahkan kita ada data dari semua 10 surveyor yang ada, yang satu memang surveyor yang memang mungkin memenangkan yang lain, tapi kebanyakan memenangkan kita,” tutur Poempida.

Menyoal survei internal yang dilakukan kubu Jokowi-JK, Poempida membenarkan jika perbedaan elektabilitas keduanya semakin tipis. “Perbedaan memang semakin tipis, hampir mirip, tapi posisinya terbalik. Dan swing voters semakin tipis,” katanya.

Poempida mengaku mesin partai sudah mulai bergerak untuk melakukan konsolidasi pada minggu krusial ini. Ia yakin pada akhirnya masyarakat yang cerdas dan kritis akan memilih presiden yang mudah dikritik.

Survei dilakukan pada 14-20 Juni 2014 di 33 provinsi Indonesia dengan melibatkan 1.200 responden yang memiliki hak pilih dalam pilpres 2014. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik acak bertingkat (multistage random sampling).

Tidak ada komentar: