BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Senin, 30 Juni 2014

Presiden Minta Pantau Stabilitas Harga Bahan Pokok

INILAHCOM,Jakarta - Menjelang dua minggu sebelum pelaksanaan pilpres pada 9 April mendatang, kedua kubu terus menggenjot penguatan dukungan.

Hasil survei terbaru Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), pemilih militan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa lebih tinggi dibanding Joko Widodo-Jusuf Kalla. Survei tersebut dilakukan pada 23 2014 sampai 27 Juni 2014.

Menurut Direktut Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, pemilih militan adalah pemilih yang loyal terhadap capres pilihannya dan tidak mengubah keputusannya.

"Hasil survei di 33 provinsi, pasangan Prabowo–Hatta mendapatkan pemilih militan sebesar 89,46,” kata dia, Minggu (29/6). Sedangkan yang masih bisa berubah sekitar 10,54 persen.

Sedang pemilih militan Jokowi-JK sebesar 89,41 persen. Sisanya sebanyak 10,59 persen menyatakan masih ada kemungkinan untuk mengubah pilihan capres jagoannya.

"Meski selisih pemilih militan tipis, Prabowo-Hatta lebih unggul dari Jokowi-JK,” kata Husin

Untuk elektabilitas, Puskaptis mendapati keterpilihan Prabowo–Hatta sebesar 43,68 persen, sementara Jokowi-JK sebesar 40,83 persen.

Pemilih yang belum menentukan tapi akan berpartisipasi dalam pilpres (swing voters) mengalami kenaikan menjadi 15,49 persen. Hasil ini membuat pasangan Prabowo-Hatta tetap unggul sekitar 2,84%.

"Data ini menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Hatta melaju signifikan secara konsekuen pada fase tren positif atau naik. Kondisi sebaliknya, Jokowi-JK di zona tren negatif,” kata Husin.


"Bahkan, elektabilitas Jokowi-JK terjun bebas," katanya. Pada survei Puskaptis 16-21 Juni, keterpilihan Jokowi masih di angka 43,21 persen.

Husin menegaskan, Prabowo-Hatta mengunci keunggulan di wilayah titik tumpu pemenangan pilpres, yaitu wilayah-wilayah berpenduduk dan jumlah pemilih banyak. Penduduk di Jawa mencapai 59 persen dari total populasi nasional dan Sumatera sekitar 21 persen.

"Indonesia tengah dan barat tetap terkunci untuk Prabowo. Empat wilayahnya ada di Pulau Jawa, Sumatera, Bali- Nusa Tenggara dan Kalimantan," paparnya. Sementara Jokowi-JK hanya unggul di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua.

Survei Puskaptis ini menyasar responsden WNI di 33 Provinsi, 115 Kab/Kota yang punya hak pilih pada 9 Juli 2014 yang diambil secara proporsional pada tingkat provinsi.

Penentuan responden dilakukan secara random sistematis dengan sampel 2.400 responden, dengan sampling error + 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara. [rok]

Tidak ada komentar: