BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Sabtu, 28 Juni 2014

Pendukung Koalisi Solid, Elektabilitas Prabowo Melejit

JAKARTA - Psikolog politik dari Universitas Indonesia, Dewi Haroen mengatakan kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kini lebih sistematis menyatukan elemen-elemen koalisi. Menurutnya, hal itu terjadi karena Prabowo juga menjadi kunci utama terbentuknya koalisi dan massa pendukung yang solid.
Dewi menjelaskan dengan kekuatan koalisi ini, tingkat keterpilihan Prabowo terus naik karena kontribusi dari partai pengusung. Meskipun dari sisi popularitas dan elektablitas sebelumnya, Jokowi dengan Prabowo begitu terpaut jauh.
"Popularitas bukan segalanya. Popularitas bisa terbentuk dari penilaian yang kurang mendalam. Melalui proses, publik juga makin kritis dan obyektif. Misalnya, dari menonton debat capres-cawapres. Buktinya, selisih makin tipis dan bahkan Prabowo berbalik unggul," kata Dewi di Jakarta, Sabtu (28/6).
Merujuk hasil survei Puskaptis, publik memilih Prabowo-Hatta karena karakter tegas, berwibawa dan dipercaya memiliki niat baik membangun bangsa. Pada survei terakhir Puskaptis, elektabilitas Prabowo sebesar 45,60% dan mengungguli Jokowi yang sebesar 43,21%. Begitu juga denga hasil Survei Pusat Data Bersatu yang menunjukkan keterpilihan Prabowo 31,8% dan Jokowi 29,9%.
Dewi menilai salah satu penyebab menurunnya keterpilihan Jokowi-JK karena terlalu percaya diri dengan hasil survei yang selama ini mengunggulkan mereka. "Saat ini adalah masa-masa krusial karena kurang dua minggu lagi pelaksanaan pilpres. Kader-kader parpol pengusung kurang sistematis menggalang kekuatan internal,” kata Dewi.
Kadar percaya diri yang berlebihan, tambahnya, membuat mereka terburu-buru merasa menang. Apalagi ditopang oleh elektabilitas Jokowi yang melambung sejak sebelum Pileg. (jpnn)

Tidak ada komentar: