BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 27 Juni 2014

ICW: Program Kartu Jakarta Pintar Tak Transparan

TEMPO.CO Jakarta:Anggota Divisi Monitoring dan Pelayanan Publik Indonesian Corruption Watch Siti Juliantari menilai program Kartu Jakarta Pintar tidak transparan. Hal tersebut berpotensi adanya penyelewangan terhadap program yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo itu.
"Dalam website hanya dicantumkan nama penerima saja tidak lengkap dengan alamatnya," kata dia. Jika ingin mengecek kesahihan penerima, harus mendatangi sekolah untuk meminta alamat siswa.
Dan ketika ICW mengecek sejumlah alamat siswa penerima KJP, ada yang palsu. "Sekolah juga bahkan ada yang tidak tahu alamat siswanya di mana," ucap dia saat dihubungi, Kamis, 26 Juni 2014.
Temuan lainnya, ia melanjutkan, banyak penerima yang tidak termasuk kategori miskin. "Kriterianya kan miskin tapi bukti di lapangan ada yang tidak sesuai. Ini bisa jadi pemborosan anggaran," ujarnya.
Terus soal mekanisme pertanggungjawaban penerima KJP. Banyak kasus siswa tidak mencantumkan bukti pembelian barang dari dana KJP. Karena tidak ingin pusing, sekolah yang membuatkan.
Ia juga menemukan penerima KJP palsu. "Di daftar penerima ada namanya tapi saat dicek orangnya tidak ada," tuturnya.
Oleh sebab itu, ia mengimbau pemerintah DKI untuk transparan dalam program ini. Termasuk menyeleksi secara ketat calon penerima KJP.
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan DKI menganggarkan sekitar Rp 1,4 triliun untuk program KJP tahun ini. Tercatat ada 611.000 siswa calon penerima dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas berhak menerima KJP pada tahun ajaran 2014/2015.
ERWAN HERMAWAN

Tidak ada komentar: