BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Rabu, 20 Juni 2012

Jaga Titik Rawan, TNI Polri Turunkan 800 Personil

 Jpnn
NONGSA  - Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, TNI-Polri turunkan 800 personil. Personil tersebut ditempatkan di wilayah sengketa,  hotel planet , serta tempat yang diangap rawan.


 "Sepertiga kekuatan polda kepri dibantu Polresta Barelang, Brimob,  dan TNI disiagakan di beberapa titik rawan," ujar Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, kemarin.

Hartono mengatakan, adanya penjagaan pihak TNI- Polri bukan dikarenakan adanya kerusuhan. "Karena situasi di Kota Batam sudah kembali kondusif," lanjutnya.

Penjagaan pihak keamanan di beberapa tempat, hanya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. "Hanya itu saja," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi jika ada kerusuhan dilapangan lagi, apakah akan ada upaya tembak ditempat oleh pihak kepolsian. "Kalau eskalasinya meningkat, tidak menutup kemungkinan adanya upaya tersebut (tembak ditempat)," jelasnya.

Tembak ditempat tentunya dilakukan anggota sesuai dengan protap yang telah ditentukan. "Tentunya menggunakan peluru yang telah disesuaikan," ungkapnya lagi.

Adanya  32 orang yang dimankan di Mapolresta Barelang, mantan Kapolres Kabupaten Lingga ini mengatakan bahwa statusnya masih terperiksa. Dimana seluruhnya telah diperiksa secra intensif satu persatu, terkecuali Basri. "  Tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," ungkapnya.

Penetapan tersangka, akan dilakukan pada hari ini sekitar pukul 19.00 WIB setelah melakukan gelar perkara. "Malam ini Kapolda Kepri langsung yang akan mengumkannya di Mapolresta Barelang," ungkapnya.

Hartono mengatakan,  pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap Toni yang melarikan diri saat akan dilakukan penangkapan. "Tony sudah kita tetapkan sebgai Daftar Pencarian Orang (DPO) pijhak kepolisian ," tuturnya.

Terkait adanya pembiaran pihak kepolsian pada insiden sebelumnya, Hartono mengatakan bahwa saat itu tidak ada kesesuain antara jumlah kepolisian dengan pihak yang rusuh. " Bukan kita biarkan, kalau kita lakukan upaya pengamanan. Malah akan terjadi situasi yang lebih parah," ungkapnya.

Hartono menambahkan, terkait insiden tersebut, pihaknya bukan hanya memeriksa pelaku kerusuhan."Kaedalam (Internal kepolsian) juga akan dilakukan pemeriksaan. Namun setelah masalah initinya selesai," jelasnya lagi.

Dalam kesempatan ini Hartono menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar di broadcast Black Berry Masanger (BBM) maupun pesan singkat yang tidak bertanggung jawab. (hgt)

Tidak ada komentar: