BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 01 Juni 2012

Pernah Terjebak, Menteri Helmy Kini Tembus Daerah dengan Kapal Perang

Fajar Pratama - detikNews

Sorong Menteri Pemberdayaan Desa Tertinggal (PDT) Helmy Faishal pernah terkatung-katung di Samudra Pasifik selama beberapa saat ketika tengah melakukan kunjungan kerja ke daerah terpencil. Cerita semacam itu kini tak lagi ada, karena sang menteri telah dipinjami kapal perang oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno.

Seperti pernah diberitakan detikcom pada Agustus 2011, Menteri Helmy yang pada saat itu melakukan kunjungan di Morotai, speedboat yang ditumpangi Helmy kehabisan bahan bakar sehingga terapung-apung di selat Moro. Kapal yang ditumpangi sang menteri itu pun akhirnya harus ditarik kapal lain agar dapat sampai ke pelabuhan Morotai.

Nah berita terkatung-katungnya Helmy Faishal juga diikuti oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno. Saat keduanya bertemu di suatu kesempatan, Suparno menanyakan perihal kegiatan Helmi dalam menjelajah daerah-daerah terpencil.

"Jadi pak Suparno menanyakan, saya kalau pergi ke daerah-daerah naik kapal apa. Saya jawab, saya naik kapal seadanya yang disediakan Pemda Setempat," tutur Helmy.

"Lalu pak Suparno bilang, kalau bapak perlu saya siap menyediakan kapal TNI untuk keperluan menjelajah daerah terpencil. Sepertinya pak Suparno baca berita itu, karena pada saat itu detikcom menulis mengenai menteri PDT yang terkatung-katung di lautan," sambung Helmy dalam sambutannya kepada peserta KPDT Expo 2012 'Jelajah Raja Ampat' di atas KRI Banjarmasin dalam perjalanan dari Sorong menuju Raja Ampat, Papua Barat.

Dan jadilah, Helmy Faishal akhirnya dipinjami KRI Banjarmasin. Kru kapal ini telah menyiapkan tempat untuk 1.000 orang yang akan menghadiri Raja Ampat Expo 2012. Helmy mengatakan dia akhirnya mengontak Suparno perihal akomodasi guna menyeberangi Sorong-Raja Ampat.

"Ya akhirnya ini. Kementerian PDT dipinjami kapal perang yang cukup besar ini. Saya belum pernah naik kapal perang sebesar ini sebelumnya," ujar Helmy yang juga sempat mendatangi ruang kendali kapal yang mampu mengangkut tiga helikopter tersebut.

Melaju dengan kecepatan sedang, perjalanan dari Pelabuhan Sorong ke Raja Ampat ditempuh dalam waktu empat jam. Beruntung cuaca pada Kamis (31/5) siang itu cukup cerah. Menerjang ombak yang tidak begitu besar, KRI Banjarmasin melaju di antara pulau-pulau yang lokasinya berada antara Sorong dan Papua Barat.

Dengan ukuran kapal 125 x 22 meter, kapal yang dibuat oleh PT PAL ini tentu saja tidak dapat merapat sampai ke pelabuhan Sorong yang perairannya relatif dangkal. Sekitar 2 Km sebelum bibir pelabuhan, KRI Banjarmasin buang jangkar. Menteri Helmy dan rombongan lantas diangkut menggunakan dua sekoci secara bergantian.

KPDT Expo 2012 dengan tema Jelajah Raja Ampat merupakan program yang diselenggarakan oleh kementerian itu untuk mempromosikan potensi dari suatu wilayah dengan kategori perekonomiannya masih tertinggal. Expo akan dibuka pada Jumat (1/6/2012) di Waisai Raja Ampat dan keesokan harinya dilanjutkan di kawasan Wayag. Sejumlah investor turut diundang agar mereka melihat sendiri keindahan Raja Ampat khususnya di kawasan Wayag yang sudah mendunia.

Tidak ada komentar: