BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 01 Juni 2012

Kiemas Puji Cara Orba Pertahankan Pancasila

VIVAnews - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Taufiq Kiemas, menyatakan, Pancasila harus disosialisasikan secara terus-menerus kepada seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila, lanjut dia, adalah konsep berbangsa dan bernegara yang paling tepat untuk bangsa Indonesia. "Karena Pancasila tumbuh dari Bumi Pertiwi, bukan dari teori," kata Kiemas pada acara Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang diselenggarakan DPP Partai Golkar, di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2011.

Karena itulah, kata Kiemas, Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh hingga sekarang. "Kalau [Pancasila] ada teorinya, pasti kita sudah terpecah-belah dan tercerai-berai, karena pasti akan ada antitesanya," katanya.

Pancasila, jelas Kiemas, juga bukan hasil meniru konsep berbangsa dan bernegara dari negara lain. Pancasila, yang disarikan dari nilai-nilai luhur budaya Indonesia oleh Bung Karno, tetap lestari dan tidak pernah ada konsep tandingannya yang dianggap cocok untuk bangsa Indonesia hingga sekarang.

Meski demikian, lanjutnya, Pancasila tentu tidak dapat didiamkan. Karena kalau begitu, Pancasila akan dilupakan atau bahkan dianggap tidak ada arti dan maknanya bagi bangsa Indonesia.

Pancasila harus disosialisasikan terus-menerus dan menyeluruh, sehingga seluruh lapisan masyarakat mampu memahami dan menghayatinya dengan baik.

Suami mantan Presiden RI Megawati Sukarnoputri itu mengaku sempat mencibir tindakan penguasa Orde Baru, Soeharto, yang melakukan indoktrinasi Pancasila terhadap warga negara.

"Saya dulu di jaman Pak Harto menganggap [sosialisasi] Pancasila itu sia-sia. Tapi, sekarang saya memahami bahwa itu adalah cara yang paling ampuh untuk tetap mempertahankan dan melestarikan Pancasila," ungkapnya.

Karena itu, ia menyambut baik prakarsa Partai Golkar untuk mengadakan kegiatan sosialisasi tersebut.

Tidak ada komentar: