Jakarta (ANTARA News) - Direktur Pelaksana International Monetary Fund, Christine Lagarde, memuji ekonomi Indonesia saat ini karena berhasil melakukan restrukturisasi subsidi.

Pujian itu disampaikan Lagarde saat konferensi pers di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa, seusai diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut dia, subsidi yang dilakukan oleh Indonesia kini langsung ditujukan kepada masyarakat miskin yang membutuhkan dan terarah.

"Indonesia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam merestrukturisasi program substitusi subsidi, saya tidak akan mengatakan menghilangkan subsidi. Banyak program dalam hal itu yang tidak merusak kepada mereka yang sangat membutuhkan dukungan," kata mantan menteri keuangan Prancis tersebut.

Ia menambahkan, dirinya juga terkesan dengan reformasi perekonomian Indonesia saat ini. Setelah melalui krisis ekonomi pada 1997-1998, Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia.

Pertumbuhan ekonomi yang terus terjaga, bahkan mencapai 6,5 persen pada 2011, di saat kawasan lainnya terhambat oleh krisis di Eropa yang masih berlangsung.

Sementara fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai kuat, dengan defisit anggaran yang terjaga, dan utang di bawah 25 persen dari PDB.

"Sangat jelas Indonesia kini berada dalam pola pertumbuhan ekonomi yang sukses saat ini," katanya.

Lagarde menilai, Indonesia sebagai negara berkembang dapat berperan lebih besar bagi perekonomian dunia.

Sementara itu, Lagarde dalam kunjungannya ke Indonesia yang pertama sebagai Direktur Pelaksana IMF kali ini, melakukan serangkaian pertemuan membahas perkembangan ekonomi global.

Selain bertemu dengan Presiden Yudhoyono, Lagarde juga bertemu dengan Wakil Presiden Boediono.