BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 28 Oktober 2014

Hari pertama, MenPANRB anyar blusukan cek proses seleksi CPNS

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi langsung mendatangi kantor barunya usai mengikuti sidang kabinet pertama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka.

"Meskipun sudah diizinkan pulang, tetapi karena masih ada waktu, saya memanfaatkan waktu ini untuk ke kantor," ujar Yuddy di ruang kerja Menteri PANRB, Jakarta, Senin (27/10).

Tiba di kantornya, dia langsung meninjau sejumlah ruangan Sekretaris Kementerian PANRB, ruangan para Deputi, ruang Server, dan ruangan lain dari lantai 2 sampai lantai 5. Di lantai 5, tepatnya di ruang Panselnas CPNS 2014, Yuddy sempat melakukan dialog dengan beberapa staf. Mulai dari cara kerja, kesiapan sistem, waktu kerja, sampai jumlah pendaftar CPNS tahun ini.

Yuddy bahkan menyaksikan secara langsung di monitor komputer yang digunakan untuk input data peserta tes CPNS yang lolos tes kompetensi dasar. Dia menanyakan seluk beluk seleksi CPNS dengan sistem computer assisted test (CAT). Mulai dari pendaftaran, pelamar yang lulus seleksi administrasi, kemudian pelaksanaan tes, dan peserta yang lulus tes kompetensi dasar.
"Data ini bisa dimanipulasi tidak?" sergahnya. Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh staf yang sehari-hari melaksanakan tugas tersebut. "Tidak bisa pak, karena sudah dienkrips oleh Lembaga Sandi Negara," jawab Saras, salah satu staf yang sehari-hari melaksanakan tugas di Panselnas. Selain itu, dijelaskan juga bahwa data peserta seleksi CPNS yang lulus TKD juga dimiliki oleh Panitia seleksi setempat. Jadi kalau ada yang berbeda akan ketahuan.

Yuddy mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi CPNS merupakan salah satu program yang sudah dijalankan dengan sangat baik. "Jadi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga yang sudah baik ini dan terus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang belum baik," ujarnya.

Selain itu, Yuddy menambahkan bahwa masalah efisiensi juga ditekankan oleh presiden di pemerintahannya. Maka dari itu, dia berjanji akan semaksimal mungkin menekan pemborosan anggaran belanja. "Tadi saya sudah pesan kepada Pak Sesmen, jangan membeli barang-barang kebutuhan kantor yang masih bisa dipakai. Kalau mebel masih bagus, kenapa harus beli," ujarnya.

Dalam kunjungan itu, oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmadji, Yuddy diperkenalkan pada sejumlah pejabat, yakni Deputi SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan M. Yusuf Ateh, Deputi Pelayanan Publik Mirawati Sudjono, Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini, staf ahli bidang Budaya Kerja Aparatur Rini Panganti, Staf Ahli Bidang Komunikasi Strategis dan Hubungan Kelembagaan Hendro Witjaksono, sejumlah pejabat eselon II, serta beberapa staf yang nantinya akan melayani menteri.

Tidak ada komentar: