BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 21 Oktober 2014

UMKM Lampung Berharap Jokowi Tingkatkan Pasar Nasional

Pringsewu (Antara) - Pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung mengharapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat meningkatkan daya saing pasar nasional.
"Kesulitan masyarakat khususnya pelaku UMKM adalah memasarkan hasil produksinya, dan ini lebih karena minim pengetahuan pasar terkait hasil usaha," kata Muhadi, pelaku usaha kue nangka di
Pringsewu, Selasa.
Menurut dia, kendala pemasaran yang masih minim inilah yang terkadang membuat pelaku usaha kecil harus `gulung tikar` atau bangkrut akibat hal tersebut.
Selain itu, Muhadi juga mengharapkan, perizinan usaha semakin mudah, sehingga akan bertambah pesat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Warga Provinsi Lampung itu pun berharap, bantuan pemerintah terkait permodalan usaha terus ditingkatkan agar dapat menunjang pengentasan kemiskinan.
Hal serupa diutarakan pedagang kue tradisional Dito Dwi yang menyebutkan perizinan usaha serta modal masih sering menjadi kendala para pelaku usaha kecil di provinsi ini.
"Mudah-mudahan dengan telah resmi Pak Jokowi menjadi Presiden diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi," ujarnya.
Paling tidak, ia melanjutkan, dalam mencari nafkah tidak lagi mengalami kesulitan atas hal-hal seperti birokrasi yang panjang dan mahal.
"Seluruh kegiatan pemerintah sebaiknya prorakyat, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud," ujarnya lagi.
Pedagang kecil di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung itu juga berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh fasilitas kredit usaha yang saat ini masih sangat sulit didapatkan.
"Kami berharap pedagang kecil menjadi prioritas dalam mengelola perekonomian negara ini," kata Sari (39), pedagang pempek di Kecamatan Way Kandis Bandarlampung.
Dia menyebutkan, harapan para pedagang seperti dirinya salah satunya bisa mendapatkan kemudahan dalam proses dan pengambilan kredit usaha di bank, agar dapat memperluas usaha dagangannya.

Menurutnya, meskipun sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) namun pedagang kecil masih sulit untuk memperolehnya, karena masih dianggap kurang produktif.
"Kami masih dianggap kurang menghasilkan, padahal jika modal mencukupi saya tentu bisa memasarkan dagangan lebih luas. Jika pemasarannya lebih luas, hasilnya pun akan lebih banyak," katanya pula.
Menurutnya, sejumlah bank juga ada yang memberikan pinjaman, tapi bunganya terlalu tinggi dan kebanyakan bank umum tidak ada yang memberikan kemudahan.
Karena itu, dia berharap dengan adanya pemimpin baru di negeri yang besar ini, para pedagang dapat memperoleh kemudahan dalam mendapatkan KUR.
Harapan serupa disampaikan Rohim (38), pedagang somay yang juga mengeluhkan masih sulit mendapatkan KUR.
"Saya berharap presiden yang baru dapat membantu kami melalui koperasi untuk mendapatkan pinjaman bagi modal usaha," kata dia lagi.
Ia menambahkan, selama ini melalui bank masih sangat sulit mendapatkan pinjaman usaha, sehingga pedagang sering terpaksa meminjam ke rentenir yang bunganya sangat tinggi. (bd)

Tidak ada komentar: