BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Rabu, 29 Oktober 2014

JK Bersyukur Indonesia Jalankan Demokrasi Damai

Jakarta (Antara) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bersyukur Indonesia berhasil menjalankan demokrasi selama dua kali Pemilihan Umum presiden secara damai.

"Kita bersyukur bahwa dalam dua kali Pemilu terakhir ini tidak ada satu pun konflik yang memakan korban jiwa manusia sebagaimana negara lain," katanya saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-50 Partai Golkar di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Selasa malam.
Menurut dia, banyak negara di Asia saat menjalankan pemilu selalu terjadi konflik dan memakan korban yang tidak sedikit, apakah itu di Thailand, Filipina, India dan Pakistan.
Demokrasi di Indonesia kata dia, sudah berjalan baik dan damai, tidak seperti di negara-negara asia lainnya yang selalu berujung pada sengketa dan konflik.
Selain itu, JK menyatakan tanpa partai tidak mudah menjalankan demokrasi dalam negara. Demokrasi bukanlah sistem yang sempurna, tapi yang terbaik yang telah dicapai.

"Demkokrasi adalah cara membawa tujuan kita bernegara untuk mencapai negara adil dan makmur," katanya kepada ratusan kader dan pimpinan sejumlah parpol di tempat tersebut.
Mantan pendamping Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono itu menyatakan dirinya sependapat dengan Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie tentang bagiamana menjalankan demokrasi itu sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan.
Pemerintahan yang baru, katanya, tidak akan berjalan baik dan dinamis kalau tidak ada yang mengeritik dan mengawasi.

"Tidaklah mudah menjalankan itu tanpa pengertian dan harapan semua pihak. Karena itulah saya ucapan selamat kepada partai Golkar dan seluruh partai yang ada di sini atas upaya kita menjaga demokrasi," ucapnya.

Pemilu Presiden sebutnya adalah salah satu cara berdemokrasi dengan memilih pemimpin. Setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2014, JK mengharapkan agar semua pihak melihat ke depan dan tidak lagi ke belakang.
Presiden terpilih oleh rakyat adalah Jokowi, ulasnya, adalah pemimpin untuk 250 juta orang rakyat Indonesia bukan hanya sebagai pemimpin yang dipilih rakyat tapi juga pemimpin untuk semuanya.
"Apabila pemimpin kita berhasil memimpin dengan baik, insya allah akan dinimmati oleh kita semua. Sebaliknya bila tidak mencapai hasil maka yang berkorban adalah semua orang bangsa ini," tuturnya.
Ia mengharapkan agar dukungan dari semua pihak bisa bekerjasama dengan baik dalam kepemimpinan pemeritahan Jokowi-JK serta kerja keras untuk mewujudkan Indonesia akan datang lebih baik. (ar)

Tidak ada komentar: