New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia jatuh pada Senin (Selasa
pagi WIB), di tengah berita "bearish" tentang produksi industri Amerika
Serikat dan kegagalan dalam perundingan utang Yunani.
Kekhawatiran bahwa produksi minyak AS tidak menurun dan Arab Saudi
bisa terus meningkatkan produksi minyaknya, juga mempertahankan sebuah
batas atas atau pagu pada harga, kata para analis, lapor AFP dan Xinhua.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate
(WTI) untuk pengiriman Juli, turun 44 sen menjadi ditutup pada 59,52
dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange dibandingkan dengan
penutupan Jumat.
Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juli jatuh 1,28
dolar AS menjadi menetap di 62,61 dolar AS per barel di perdagangan
London.
Produksi industri AS dilaporkan turun lagi 0,2 persen pada Mei
setelah mengalami penurunan 0,5 persen pada April, tidak terduga tetapi
masih melemparkan keredupan pada kekuatan ekonomi.
"Angka Mei berada jauh di bawah ekspektasi, dan menawarkan sedikit
dorongan setelah lemah pada kuartal pertama," kata Amanda Agustinus dari
BBVA.
Investor fokus juga pada gejolak dari pemecahan perundingan Yunani
dengan para kreditornya, meskipun euro meningkat kuat selama hari ini,
memberikan dukungan untuk harga minyak mentah.
Pembicaraan dua hari di Brussel antara perwakilan pemerintah Yunani
dan kreditur atas prasyarat untuk pencairan bantuan lebih lanjut untuk
Yunani berakhir dan tidak meyakinkan pada Minggu malam. Kekhawatiran
tentang kemungkinan Yunani keluar zona euro menekan pasar.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menuduh pemberi pinjaman
Yunani memiliki "kepentingan politik" karena mereka mendesak negara yang
paling berutang di Eropa mengambil langkah-langkah penghematan lebih
lanjut.
Berharap untuk mencapai kesepakatan sekarang pindah ke pertemuan
para menteri keuangan Eurogroup pada Kamis di Luksemburg yang banyak
orang percaya adalah kesempatan terakhir sebelum dana talangan Uni Eropa
untuk Yunani berakhir pada akhir Juni.
"Ini adalah kelanjutan dari aksi jual yang kita lihat pada akhir
pekan lalu karena kekhawatiran kelebihan pasokan," kata Matt Smith dari
Clipper Data.
"Kami bergerak ke ujung rendah dari kisaran sekarang, kami terus bergejolak namun dalam kisaran sempit."
Investor juga berfokus pada Iran menjelang batas waktu 30 Juni
untuk Republik Islam dan kekuatan dunia mencapai kesepakatan tentang
pembatasan program nuklir Teheran.
Jika kesepakatan tercapai dan dilaksanakan, kekuatan dunia telah
sepakat untuk secara bertahap mengurangi sanksi yang dikenakan sejak
2012, termasuk di industri minyaknya.
Iran memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia, tetapi
ekspornya telah jatuh lebih dari 2,2 juta barel per hari pada 2011
menjadi sekitar 1,3 juta barel karena sanksi.
Harga minyak juga jatuh di tengah surplus produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Arab Saudi, Irak dan Uni Emirat Arab memproduksi pada tingkat rekor
bulanan untuk Mei. Irak berencana untuk meningkatkan ekspor minyak
mentah pada Juni.
(Uu.A026)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar