BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 25 September 2014

TNI Buat 10 Juta Lubang Resapan Biopori Pecahkan Rekor Muri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memulai gerakan TNI pembuatan Lubang Resapan Biopori yang merupakan salah satu wujud upaya TNI untuk melestarikan lingkungan dan penghijauan. Kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan Peringatan ke-69 TNI Tahun 2014.
Menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan hidup, TNI beserta jajarannya dan masyarakat ingin memelopori pembuatan jutaan lubang resapan biopori yang sangat mudah namun manfaatnya sangat besar bagi bumi dan tanah.
Kegiatan pembuatan berjuta-juta Lubang Resapan Biopori, telah dimulai oleh TNI awal Agustus 2014 lalu akhirnya menyentuh 10 juta lubang mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Direktur MURI Jaya Suprana mengatakan, penghargaan itu tak hanya menebus rekor Indonesia tetapi juga dunia.
"Seperti apa yang saya saksikan dan saya simak. Kami sampaikan piagam untuk angkatan bersenjata yang paling perhatian terhadap lingkungan dan manusia," kata Jaya Suprana di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (24/9/2014).
Menurutnya, dari pasukan tentara di dunia hanya TNI yang peduli kegiatan kemanusiaan dan lingkungan.
"Jadi mohon maaf Amerika, mereka harus buktikan diri untuk mengalahkan pasukan TNI untuk memecahkan rekor ini. Kali ini kita layak bersorak sorai untuk TNI. Kami sebagai Muri justru mendapat kehormatan untuk memberikan penghargaan terhadap TNI," katanya.
Sementara itu Panglima TNI Jendral Moeldoko, yang memantau langsung dengan melakukan teleconference pembuatan lubang biopori di wilayah Kodam Wirabuana, Kodam Patimura dan Armatim Surabaya, mengatakan TNI bersama rakyat melakukan gerakan serempak membuat biorpori 10.300.000 lubang.
Dikatakan Moeldoko, kegiatan ini memiliki makna yang berharga bagi kelangsungan umat manusia di bumi. Sehingga kedepan dapat memiliki harapan baru.
"Untuk itu lanjutkan, karena memiliki makna strategis suibility untuk keberlangsungan hidup manusia," katanya.

Tidak ada komentar: