BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Minggu, 19 Februari 2012

Habib Hasan: Kenapa Saya Tidak Melawan

IVAnews - Menjelang tengah malam, Sabtu, 18 Februari 2012, Habib Hasan bin Ja'far Assegaf yang memimpin kelompok pengajian atau Majelis Taklim Nurul Musthofa menyinggung sebuah kasus yang sedang menderanya di hadapan para jemaah yang sedang mendengarkan ceramahnya di kawasan Jakarta Timur.

"Ketika di media dicaci, orang pada bertanya 'kok Habib tidak melawan?' Saya ingin mereka diberi hidayah," kata Habib.

Di hadapan ribuan pengikutnya yang menutup jalan sepanjang 1 kilometer, Hasan menyatakan ingin agar mereka yang mencaci dan menyerang dirinya mendapatkan taufik. Bahkan, dia lalu memimpin doa untuk mereka yang telah menyerang dirinya.

"Oleh karena tidak ada sedikitpun yang berjuang di jalan Allah itu senang dan mudah dia harus merasakan seperti Rasul. Saya berpesan, jika Anda melihat di media, persoalan ini adalah karunia dari Allah SWT," kata Hasan.

Dari pantauan VIVAnews, sejak sekitar pukul 19.00 WIB ribuan anggota majelis sudah memadati jalan raya di lokasi tempat ceramah. Jalan-jalan ditutup sepanjang 1 kilometer.

Penjagaan terlihat sangat ketat. Selain dijaga panitia dari majelis sendiri yang berpakaian jas hitam lengkap, terlihat pula sejumlah aparat kepolisian.

Sekitar pukul 22.30 WIB, Hasan tiba menggunakan kendaraan Toyota Camry warna hitam dengan nomor polisi B 951 BS. Mobilnya diiringi tiga mobil lainnya, yaitu Toyota Fortuner berwarna putih dengan nomor polisi B 295 RFP, Nissan Serena hitam B 114 BIB dan Toyota E260 hitam dengan nomor polisi B 126 H.

Disambut tabuhan marawis dan kembang api, Hasan yang datang mengenakan gamis putih dibalut jas berwarna hijau serta sorban dan kaca mata itu langsung naik ke panggung. Dikawal dengan sangat ketat, Hasan tak bisa didekati siapapun dalam radius dua meter.
Sebelumnya, 11 remaja lelaki melaporkan Habib Hasan atas tuduhan pelecehan seksual. Laporan mereka telah diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Polda Metro Jaya. Selengkapnya baca di sini. (eh)

Tidak ada komentar: