BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 28 Februari 2012

Pemerintah Siapkan Rumah Bagi Korban Banjir

VIVAnews – Pasca banjir bandang yang menghantam dua kecamatan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, masyarakat korban bencana belum beraktivitas normal. Menurut informasi Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumbar, ribuan kubik kayu dan batu besar masih menutupi sejumlah tempat.

Manajer Pusdalops PB Sumbar, Ade Edward, mengatakan pembersihan lokasi bencana dari sisa-sisa material banjir bandang akan memakan waktu. “Tumpukan kayu dan batu besar yang mencapai ribuan kubik ini menutupi sawah dan sejumlah lokasi sehingga tidak mudah untuk dibersihkan,” kata Ade Edward pada VIVAnews, Senin, 27 Februari 2012.

Kayu-kayu besar tersebut, kata Ade, masih menutupi sejumlah jalan dan memutus akses ke Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari – satu dari dua kecamatan yang terkena terjangan banjir bandang.

Akibatnya, warga di sana terpaksa menempuh jalur memutar ke arah Panti dan Agam untuk mencapai pusat ibukota kabupaten, Lubuk Sikaping. Sedikitnya, sebanyak 30 titik jalan yang menjadi akses ke Malampah terputus dan tidak bisa dilalui.

Hingga saat ini, Pusdalops mencatat sekitar 141 kepala keluarga masih mengungsi di sejumlah tempat seperti sekolah, tempat ibadah, dan famili terdekat. Mereka merupakan korban banjir bandang yang rumahnya rusak akibat diterjang banjir bandang, Rabu sore pekan kemarin.

Percepatan Penanganan

Pemerintah berencana melakukan percepatan penanganan korban banjir bandang di Pasaman dengan mengadopsi penanganan bencana di Pesisir Selatan, beberapa waktu lalu. Usai finalisasi data kerusakan didapatkan Rabu besok, tim penanggulangan bencana akan menyiapkan rumah permanen bagi para korban.

“Tidak perlu pakai hunian sementara bagi para korban yang rumahnya hancur, karena ini akan memakan waktu. Jadi, disiapkan saja rumah permanen atau rumah tetap bagi korban,” kata Ade. Percepatan pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu dua bulan.

Pemerintah akan memberikan bantuan dana stimulus untuk membangun kembali rumah-rumah korban yang rusak berat. Namun jumlah bantuan belum ditetapkan karena proses finalisasi data masih berjalan.

Terkait logistik untuk para pengungsi yang diperkirakan mencapai sekitar 700 orang, Pusdalops Sumbar telah menyiapkan di posko induk di SMPN 1 Kecamatan Simpati. Posko induk menyiapkan bantuan berupa makanan ringan, beras, mie instan, selimut, tikar, dan sejumlah obat-obatan. “Logistik aman, semua masih terkendali,” ujar Ade.

Menurut data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpati dan Tigo Nagari mengakibatkan ratusan rumah rusak berat dan ringan, memutus dan merusak jembatan, merusak 18 saluran irigasi, dan menghancurkan ratusan hektare sawah dan puluhan hektare kebun milik masyarakat. Kerugian ditaksir mendekati angka Rp13 miliar.

Tidak ada komentar: