BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 16 Februari 2012

Lagi, Dirut Mandiri Sekuritas Dipanggil KPK

Fajar Pratama - detikNews

 Jakarta - Direktur Utama Mandiri Sekuritas Harry Supoyo akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi. Harry dimintai keterangan sebagai saksi M Nazaruddin dalam kasus dugaan pencucian uang pembelian saham PT Garuda Indonesia.

"Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang pembelian saham PT Garuda," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha ketika dihubungi, Kamis (16/2/2012).

Hingga pukul 08.45 WIB, Harry diketahui belum hadir di kantor KPK. Selain Harry, terkait kasus yang sama, PT Garuda Indonesia hari ini memanggil seorang swasta Imelda Tarigan.

Pada Senin 13 Februari 2012, Harry dipanggil oleh KPK dan memenuhi panggilan itu. Harry membantah turut terlibat dalam pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin. Dirut Mandiri Sekuritas Harry Maryanto Supoyo mengaku tidak tahu uang yang digunakan Nazaruddin itu merupakan uang dari tindak pidana korupsi.

Mandiri Sekuritas diketahui merupakan penjamin emisi pada saat PT Garuda Indonesia melakukan pelepasan saham perdana pada Februari tahun lalu. Selain Mandiri Sekuritas juga terdapat dua underwritter lain yakni Danareksa Securities dan Bahana Securitas.

Nazaruddin yang diwakili oleh lima perusahannya diduga melakukan transaksi melalui Mandiri Sekuritas. Bahkan kemarin seusai sidang, mantan Bendahara Umum Demokrat ini menyebut motif pembelian saham yang dilakukannya karena Harry Supoyo mengajukan pinjaman dana kepadanya. Namun hal itu langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak Mandiri Sekuritas.

"Selama ini Mandiri Sekuritas hanya meminjam uang dari perbankan," jelas Executive Vice President Corporate Communication Mandiri Sekuritas, Febriati Nadira saat dihubungi detikcom, Rabu (15/2/2012).

Perempuan yang akrab disapa Ira ini menjelaskan, nama Nazaruddin tidak pernah ada dalam daftar nasabah Mandiri Sekuritas. Tapi Mandiri juga tidak bisa memaparkan nama nasabah yang membeli saham Garuda itu.

Tidak ada komentar: