BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Rabu, 29 Februari 2012

Jaksa Agung Janji Selidiki Penyuap DW

VIVAnews - Jaksa Agung Basrief Arief menyatakan akan memproses siapapun yang terlibat dalam praktek dugaan korupsi yang melibatkan mantan pegawai Direktorat Pajak, yang menjadi tersangka kepemilikan harta tak wajar, Dhana Widyatmika (DW). Tidak terkecuali atasan atau pihak yang diduga menyuap yang bersangkutan.

"Siapa penyuapnya nanti kami telusuri. Kalau itu (penyuapan) yang terjadi akan kami periksa lebih lanjut. Tergantung hasil penyidikan apakah ada tindak pidana lain," kata Basrief usai melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung di Kejagung, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Terkait pasal yang akan digunakan penyidik untuk menjerat DW, Basrief menjelaskan selain pasal penyuapan akan digunakan pasal-pasal tentang tindak pidana korupsi lainnya. Dia meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan pada penyidik untuk bekerja. "Siapapun akan kami periksa, tapi sebatas ini masih DW," ujarnya.

Basrief mengatakan status istri DW, DA, sampai saat ini masih sebatas saksi. Dia kembali menegaskan bahwa besok Kamis 1 Maret 2012, penyidik akan memeriksa tersangka dan beberapa saksi termasuk DA.

"DA belum (tersangka), biar kami lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ucapnya.

Hingga saat ini kejaksaan belum merilis jumlah pasti nilai korupsu maupun harta milik DW. Alasannya, ndikasi tindak pidana yang dilakukan DW tidak hanya korupsi melainkan ada pencucian uang.

Sementara, Dhana belum mengomentari secara langsung kasus yang menjeratnya. Ia belum bersedia bicara ke publik lewat media.

Sejak diumumkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung pada Jumat 24 Februari 2012, Dhana Widyatmika alias DW tidak pernah memberikan keterangan kepada publik. Pada Jumat itu pula Dhana langsung mengajukan izin absen kerja selama dua hari mulai 27 dan 28 Februari 2012.

Sebelumnya, Dhana menyebutkan bahwa ada informasi yang tidak benar yang diberitakan media massa tentang kasus ini. "Pemberitaan ini sangat mengejutkan saya, istri dan keluarga saya, serta terdapat informasi yang tidak benar atau berdasar," kata Dhana dalam surat izin kepada atasannya. (ren)

Tidak ada komentar: