BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 30 Agustus 2012

Jenderal Timur: Dilihat dari Mananya Polri Lamban

RMOL. Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan sampai saat ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangak terkait penyerangan kepada kelompok Syiah di Sampang, Madura Minggu lalu.
"Sekali lagi baru satu yang kita tetapkan (sebagai tersangka). Nanti kita lihat perkembangannya," jelasnya kepada wartawan di Bandung, (Kamis, 30/8).
Kapolri menjelaskan, sekarang ini pihaknya sedang melakukan langkah-langkah cepat dalam penyidikan untuk selanjutnya diproses di persidangan melalui kejaksaan. "Kita lakukan secepatnya sehingga proses itu berjalan sesuai dengan hukum," sambung Timur.
Soal tudingan banyak kalangan bahwa Polri lamban mengantisipasi terjadinya kerusuhan, Jenderal Timur berkelit. "Tentu karena dinamikanya cepat ya. Kapolda di sana sampai nolong korban. Saya kira itu suatu dinamika yang cepat. Artinya (lamban) dilihat dari mananya," tanyanya.
Terkait rencana relokasi penganut Syiah di Sampang, Polri hanya mendukung pihak Kementerian Agama. "Kita bantu Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah untuk membantu proses di sana supaya normal kembali," tandasnya. [zul]

Tidak ada komentar: