BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Kamis, 16 Agustus 2012

SBY Bangga Dunia Makin Sering Bertanya 'What does Indonesia Think?'

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta Indonesia sudah diperhitungkan di kancah perpolitikan dan perekonomian dunia. Terbukti, kini Indonesia sering dimintai pendapat atas berbagai masalah di dunia.

"Lebih jauh lagi, berbagai inisiatif dan pemikiran yang kita ajukan dalam merespons dinamika internasional, alhamdulillah suara kita semakin didengar dan diperhitungkan. Atas berbagai permasalahan dunia, semakin sering kita dimintai pendapat; “What does Indonesia think?”" kata SBY.

Hal itu disampaikan dia dalam pidato kenegaraan dalam sidang bersama DPR-DPD di ruang sidang paripurna Gedung DPR, Kamis (16/8/2012).

Hal ini membuktikan, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, imbuhnya, Indonesia dapat berdiri tegak di kancah internasional.

Sebelumnya SBY memaparkan peran dan upaya Indonesia dalam menyelesaikan konflik di kawasan, seperti konflik Laut China Selatan, konflik Muslim Rohingya di Myanmar, konflik Israel-Palestina serta konflik di Suriah.

"Seraya terus mendukung proses demokratisasi dan “Nation Building” di Myanmar, secara khusus, kita memberi perhatian yang sungguh-sungguh terhadap penyelesaian masalah kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Dengan niat yang baik, saya telah mengirim surat kepada Presiden Thein
Sein, dan mendorong agar masalah konflik antar etnis dapat diselesaikan dengan cepat, bijak dan tepat," papar SBY.

Indonesia, imbuh SBY juga terus mendorong keterpaduan dan peran sentral ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan di sekitarnya, termasuk perkembangan terkait Laut China Selatan. Namun SBY menyayangkan pertemukan ASEAN tingkat menteri tahun ini belum berhasil mengeluarkan kesepakatan bersama.

"Namun, berkat langkah diplomasi yang kita lakukan secara proaktif dan intensif, keterpaduan dan peran sentral ASEAN telah kembali terjaga dan terkonsolidasikan, dengan disepakatinya six-point principles on the South China Sea sejak 20 Juli lalu. Untuk itu, melalui mimbar ini, saya mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin ASEAN atas dukungan dan kesepakatannya untuk memberikan prioritas bagi penyelesaian code of conduct di Laut China Selatan," kata dia.

"Dengan “code of conduct” yang kita bicarakan pada ASEAN dan East Asia Summit di Bali tahun 2011 yang lalu, kita akan bisa menjaga stabilitas, keamanan dan ketertiban di wilayah Laut China Selatan," imbuh SBY.

Dalam menyikapi perkembangan di Palestina, Indonesia secara konsisten dan prinsipil senantiasa memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat. Keprihatinan dan perjuangan bangsa Palestina, juga merupakan keprihatinan dan perjuangan bangsa Indonesia.

"Kita juga memberikan perhatian terhadap perkembangan di Suriah. Tentu kita tidak ingin melihat tragedi kemanusiaan terus berlanjut. Secara aktif, saat PBB memutuskan untuk mengirimkan tim pengamat, Indonesia langsung menempatkan sejumlah Perwira pengamat militer sebagai bagian dari tim tersebut," papar SBY.

Dalam berbagai kesempatan, lanjut SBY, untuk mengurangi ketegangan di Suriah, Indonesia telah mengusulkan adanya mandat baru PBB di bawah bab 7 Piagam PBB atau bab 6 plus, yang memiliki kewenangan untuk dapat segera menghentikan konflik dan jatuhnya korban jiwa, tanpa memperdebatkan isu menyangkut alih kekuasaan di Suriah.

"Indonesia sungguh menyesalkan tiadanya kesepakatan di tingkat Dewan Keamanan PBB, sehingga peperangan internal dan kekerasan terus berlangsung dengan korban jiwa yang makin besar di Suriah," kata SBY.

(nwk/nrl) 

Tidak ada komentar: