Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
INILAHCOM, Bandung -
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa diprediksi menang telak sampai 17 persen
dibandingkan lawannya Joko Widodo-Jusuf Kalla, di wilayah Jawa Barat. Keunggulan
pasangan yang diusung Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, PPP, dan PKS, ini
karena ketokohan masing-masing.
Prediksi tersebut berdasarkan hasil survey Rectoverso Institute pada awal Juni 2014. Para peneliti melakukan survei kepada 800 responden dengan metode multi stage random sampling di 11 daerah pemilihan (Dapil) Jabar, 26 kabupaten, 80 kecamatan, dan 400 RT.
"Tingkat elektabillitas Prabowo-Hatta 55,64 persen. Unggul dari Jokowi-JK yang mendapat 38,73 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 5,64 persen," kata Peneliti Rectoverso Institute Zaenal Arifin di Kota Bandung, Selasa (17/6/2014).
Zaenal mengatakan, pemilih Prabowo-Hatta dinilai masyarakat Jawa Barat mampu memimpin Indonesia. Bahkan keduanya disukai mayoritas masyarakat. Uniknya, justru popularitas keduanya kalah dibandingkan figur Jokowi.
"Masyarakat Jawa Barat ini cenderung independen dan realistis dalam memilih capres. Mereka akan mempertimbangkan figur yang merakyat, tegas, jujur, menguasai masalah bangsa, dan berpengalaman. Masyarakat juga mempertimbangkan figur dibandingkan partai pengusung," jelasnya.
Ia melanjutkan, Jawa Barat dipilih sebagai wilayah survey karena menjadi daerah pertempuran Pilpres. Berkaca pada pengalaman tahun 2004 dan 2009, pemenang di Jawa Barat berpotensi memenangkan Pilpres.
"Jawa Barat ini pemilihnya besar sampai 33 juta jiwa. Siapa menang di Jawa Barat, berpotensi menang Pilpres. Jawa Barat ini battle ground," tegasnya.[bay]
Prediksi tersebut berdasarkan hasil survey Rectoverso Institute pada awal Juni 2014. Para peneliti melakukan survei kepada 800 responden dengan metode multi stage random sampling di 11 daerah pemilihan (Dapil) Jabar, 26 kabupaten, 80 kecamatan, dan 400 RT.
"Tingkat elektabillitas Prabowo-Hatta 55,64 persen. Unggul dari Jokowi-JK yang mendapat 38,73 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 5,64 persen," kata Peneliti Rectoverso Institute Zaenal Arifin di Kota Bandung, Selasa (17/6/2014).
Zaenal mengatakan, pemilih Prabowo-Hatta dinilai masyarakat Jawa Barat mampu memimpin Indonesia. Bahkan keduanya disukai mayoritas masyarakat. Uniknya, justru popularitas keduanya kalah dibandingkan figur Jokowi.
"Masyarakat Jawa Barat ini cenderung independen dan realistis dalam memilih capres. Mereka akan mempertimbangkan figur yang merakyat, tegas, jujur, menguasai masalah bangsa, dan berpengalaman. Masyarakat juga mempertimbangkan figur dibandingkan partai pengusung," jelasnya.
Ia melanjutkan, Jawa Barat dipilih sebagai wilayah survey karena menjadi daerah pertempuran Pilpres. Berkaca pada pengalaman tahun 2004 dan 2009, pemenang di Jawa Barat berpotensi memenangkan Pilpres.
"Jawa Barat ini pemilihnya besar sampai 33 juta jiwa. Siapa menang di Jawa Barat, berpotensi menang Pilpres. Jawa Barat ini battle ground," tegasnya.[bay]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar