BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Jumat, 29 November 2013

Rutan Malendeng Izinkan dr Hendry Hadiri Pemakaman Ibunda

VIVAnews - Ratusan dokter di Manado, Rabu kemarin berdemonstrasi menuntut pembebasan dokter Ayu Swasyari Prawani dan dokter Hendry Simanjuntak. Kedua dokter itu kini ditahan di Rutan Malendeng, Manado, setelah divonis penjara 10 bulan oleh Mahkamah Agung. Menurut Mahkamah Agung, mereka terbukti secara sah melakukan malapraktik terhadap pasien bernama Julia Fransiska Makatey tahun 2010. (Selengkapnya baca di sini). 
Aksi solidaritas menuntut pembebasan kedua dokter ini berlangsung di banyak kota pada Rabu kemarin itu. Di Manado, para dokter itu memusatkan aksi di depan Rutan Malendeng. Tapi kedua dokter ini hanya bisa melihat rekan-rekan mereka dari atas balkon rutan.
Salah seorang dokter membacakan tuntutan. Mereka mendesak agar kedua dokter itu dijadikan tahanan luar. Alasannya, mereka masih terikat profesi. Apalagi ibunda dokter Hendry, Marsinta Pangaribuan, baru saja meninggal dunia. Penangkapan Hendry oleh tim Kejati Sulut menambah duka keluarganya.

Menurut Kepala Rutan Malendeng, Yulius Paat, dokter Hendry akan diberi izin untuk menghadiri pemakaman ibunya. Izin memang akan diberikan bagi keluarga segaris darah. Dokter Hendry diberikan izin karena yang meninggal adalah ibunya.

"Kami sudah menerima surat keterangan kematian dari pemerintah setempat. Sekarang tinggal menunggu rapat, kemungkinan izin diberikan pada hari pemakaman," katanya Paat.

Ibunda dokter Hendry  dikabarkan akan dibawa ke Dumai sore ini, Kamis, 28 November 2013. Saat ini jenazah Marsinta Pangaribuan masih disemayamkan di RS St Carolus, Jakarta. Sementara pemakaman akan dilakukan pada Sabtu, 30 November 2013.

Aksi solidaritas yang digelar dokter di Manado kemarin berdampak pada pelayanan rumah sakit dan klinik di kota itu. Tempat praktek dokter juga tutup dan banyak pasien yang akan berobat menjadi kecewa.

Dari pantauan Vivanews, di Apotik Setia 2 Manado di Jalan Sam Ratulangi, semua ruangan terlihat kosong, tidak ada satu pun dokter di situ. Beberapa pasien yang mendatangi klinik itu terpaksa harus pulang lagi.

Natasya, yang akan memeriksa kandungannya terpaksa harus mengatur ulang kedatangannya untuk bertemu dengan dokter di klinik terseb

Tidak ada komentar: