BERBUAT BENAR ADALAH KEHARUSAN, BERBUAT TIDAK BENAR ADALAH KETIDAK HARUSAN

Selasa, 26 November 2013

Polisi Tangkap "Wartawan" Pemeras

TEMPO.CO, Bandung - Tiga pria yang mengaku wartawan sebuah surat kabar mingguan dicokok polisi, lantaran diduga memeras seorang pejabat Kabupaten Subang terkait isu seleksi calon pegawai negeri sipil, Senin malam, 25 November 2013. Ketiga tersangka, yakni Rafael, Naser, dan Edi di tangkap reserse Polsek Cibeunying Kaler Kota Bandung di rumah si pejabat di Jalan Cikutra, Bandung. 
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cibeunying Kaler Ajun Komisaris Achmad Gunawan, mengatakan mereka dibekuk pukul 18.30 petang saat menerima uang dari korban.
Sebelumnya, Jumat, 22 November, para tersangka datang ke rumah korban di Cikutra untuk meminta uang. Mereka menuding si pejabat itu meminta duit pelicin kepada calon pegawai agar lolos seleksi. "Awalnya mereka minta Rp 1 miliar kepada korban," kata Achmad.
Namun, korban menolak dengan alasan tuduhan itu tidak benar. Korban kemudian menawar hingga nilai pemerasan turun menjadi Rp 150 juta. "Jika tetap menolak, pejabat itu akan dilaporkan kepada Johan Budi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Achmad.
Merasa diperas, si pejabat itu melaporkan kasusnya ke Polsek Cibeunying Kaler. Lalu, dirancanglah penjebakan. Para tersangka diminta datang ke rumah pejabat itu untuk menerima uang. "Saat mereka menerima uang dalam amplop itulah mereka dibekuk," kata Achmad.
Kepala bidang di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang, Heri T, adalah korban pemerasan. Hingga hari ini dia belum dapat dikonfirmasi tentang kasus yang membelitnya. Sedangkan, ketiga 'wartawan' pemeras ini biasa beroperasi di wilayah Subang, Purwakarta, dan Karawang. Nama ketiga pelaku tercantum dalam surat kabar mingguan yang mereka bawa ke kantor polisi.
ERICK P. HARDI 

Tidak ada komentar: