M Iqbal - detikNews
Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat
Jusuf Kalla mengajak warga Indonesia untuk membantu para korban Topan
Haiyan di Filipina. JK mengingatkan Indonesia pernah mendapat bantuan
negara lain saat bencana tsunami meluluhlantakkan Aceh.
“Waktu
kita tsunami, ribuan relawan datang ke Indonesia. 56 negara membantu,
jadi jangan lupa kita harus bantu apalagi kita yang terdekat dengan
Filipina,” ungkap JK dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa
(12/11/2013).
JK mengatakan bagi masyarakat yang ingin membantu
dapat menyumbang dalam bentuk uang agar mudah dibelanjakan di Filipina.
Menurutnya belanja kebutuhan di Filipina lebih cepat dan mudah dilakukan
daripada harus membawa barang-barang dari Indonesia.
“Lebih baik
bantuannya diberikan dalam bentuk uang agar mudah dibelanjakan
kebutuhan untuk korban bencana Topan Haiyan,” imbaunya.
Palang
Merah Indonesia dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) telah
berkomitmen untuk bekerjasama dalam membantu korban bencana topan Haiyan
yang menerjan Filipina akhir pekan lalu. Bentuk kerjasama yang
disepakati adalah PMI menyiapkan relawan dan logistik yang akan dikirim
ke lokasi bencana, sementara ICRC akan menyiapkan pendanaan dan
pengawasan kegiatan dilapangan.
Selain dengan ICRC, PMI Pusat juga akan mengajak Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional
untuk bersama-sama bekerja membantu korban badai topan Haiyan tersebut.
Kesepakatan antara PMI dan ICRC ini dicapai setelah Ketua Umum Palang
Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla melakukan pembicaraan bilateral
disela-sela Sidang Umum Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional, yang dilaksanakan di Sydney Convention Center, Sydney
Australia, Selasa (12/11/2013)
Menurut Jusuf Kalla, ada beberapa hal yang telah disepakati yaitu PMI dan ICRC melakukan operasi bersama
dalam
fase tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Berdasarkan
pengalaman menangani bencana alam di Indonesia, Jusuf Kalla menambahkan
bahwa fase tanggap darurat biasanya memakan waktu 3 minggu hingga 1
bulan.
Lalu dilakukan rehabilitasi bangunan dan sarana
umum/sosial yang mengalami kerusakan, kemudian dilanjutkan rekonstruksi
kembali sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan parah.
Bagi masyarakat yang ingin membantu dapat disalurkan melalui kantor PMI Pusat di Jl Gatot Soebroto Kav 96 Jakarta Selatan, atau untuk keterangan lebih lengkap bisa melihat website resmi PMI www.pmi.or.id.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar